EMOSI GADIS
Katanya dia gadis. Ya.. seperti itulah ia disapa.
Puing-puing gelak tawanya masih berbekas penuh renyah.
Terngiang, sangat lepas.. seakan habis segala beban.
Apalagi denting, jauh tiada pernah terjamah.
Senantiasa ditemani kisah menarik lagi dramatikal.
Payung hidupnya damai dan cinta. Hingga
Sahabat yang bertaut di hatinya
Mereka digelari pencipta segala teduh.
Karena tautan erat jalinannya
Ampuh lumerkan peluru juga mesiu.
Sungguh.. naluri pencinta ramaikan hati.
Gadis pahatkan kata, “mendalam” bagi penyimaknya.
Tawanya tlah tersulap menjadi sedu sedan.
Ramai suasana berubah fase, kini tegang.
Cinta dan damai seakan aus seketika, murka jadinya.
Ada apa wahai periang???
Mana gelak tawamu, ramai hadirmu, canda riangmu, dan
semua tingkah polahmu yang selalu dipastikan
menghadirkan sesunging senyum???
Sirnakah secepat ini?
Tlah raibkah?
Atau punah oleh magis yang tak mungkin?
Sahabat-sahabat tlah hadir bingkiskanmu gelitik.
Tapi kau? Senyum pun langka. Hanya ditekuk, suntuk !!!
Aaaarrggghhhhh…
Teriakan gadis melengking.
Pecahkan kaca di balik tirai kasih.
Bangunkan plankton yang tidur di dasar laut.
Getarkan awan yang dengan cerah tersenyum,
lindungi payungi makhluk yang jadikan langit junjungannya.
Juga buat sahabat terhenyak dalam tanya.
Tlah berubahkah pecinta yang riang ini?
Sesaat berselang..
Diam, bungkam, gagu, bisu, Gadis kini.
Senyap, tiada suara hingga nyanyian semut hitam pun terdengar.
Sunyi tanpa apa..
Gadis hanya bicara lewat raut wajahnya.
Yang semburatkan makna
:
Emosi sesaat ini, maafkan !!!
ndy_021205