>> Penulis Bungkam <<
Tuesday, December 13th, 2005Bibir kelu, tiada ucap. Kata pun jauh. Ada apa wahai penulis?? Mengapa goresan pena tak lagi menyeruak kalbu. Di luar biasanya.. hanya duduk membekas lara. Suntuk di pelupuk mata. Mengambang jiwa pun naluri diseret oleh timbunan kejenuhan. Padahal di luar sana.. ada sosok pemuja menanti sejuk untaian kalimat yg damainya tenangkan relung. Pemuja tetap diam tapi gejolak kerinduan berkecamuk, dambakan tulisan menari lewat hiasan dari secarik. Puji senantiasa diukirkan sang pemuja. Entah sekedar untuk membahagiakan.. atau untuk menenteramkan.
Penulis masih bungkam.. dengan sejuta diam matanya mengikrarkan cinta mendalam yang ingin dia ungkapkan lewat sejuta tulisan. Tapi masih gagu penulis rupanya.. masih enggan menyuarakan kisah hati lewat kata. Teriaknya cuma nafas, suaranya hanya desah, dentumannya hanya lirih, dan bungkamnya adalah luapan segala emosi. Karma katanya.. diam itu emas. Really??